INGIN JADI FOTOGRAFER? YUK, BACA ARTIKEL INI DULU!
![]() |
Dalam dunia DKV (Desain Komunikasi Visual) begitu banyak cabangnya. Ibaratkan dokter, yaitu ada dokter spesialis. Nah di DKV juga ada Spesialisnya, salah satunya adalah Fotografer.
Fotografer yaitu seseorang yang mempunyai keahlian dibidang fotografi, boleh dikatakan fotografer ini adalah spesialisnya bagian perfotoan. Sebelum kita kupas mengenai fotografer alangkah baiknya anda mengetahui dulu apa itu fotografi.
Menurut wikipedia, Fotografi adalah kata yang dicomot dari bahasa Inggris yaitu ‘Photography’ yang mana berasal dari bahasa Yunani yaitu ‘photos’ artinya cahaya dan ‘Grafo’ yang artinya melukis atau menulis. Sehingga fotografi merupakan proses melukis atau menulis dengan menggunakan media cahaya. Sementara itu menurut KBBI fotografi diartikan sebagai seni dan penghasilan gambar dan cahaya pada film atau permukaan yang dipekakan. Jadi secara garis umum dapat kita simpulkan fotografi yaitu suatu kegiatan melakukan pemotretan terhadap objek menggunakan pantulan cahaya dengan alat yang dinamakan “KAMERA”.
Apabila anda hobi memotret, atau hobi mengabadikan berbagai moment, maka untuk menjadi fotografer sangat recomended ni untuk anda. Fotografer ialah orang yang melakukan fotografi, jadi apabila anda ingin menjadi seorang fotografer handal ada beberapa hal yang perlu anda ketahui agar anda menjadi fotografer yang profesional
Apa saja yang harus anda ketahui untuk menjadi seorang fotografer? Yuk mari disimak :
1. Jenis-jenis fotografi
Apabila anda ingin menjadi seorang fotografer yang handal, tentunya anda perlu mengetahui apa saja sih jenis-jenis dari fotografi. Karena apabila anda tidak mengetahui jenisnya, tentu nanti anda yang akan kewalahan menjawab pertanyaan dari orang-orang. Jadi apa saja sih jenis-jenis dari fotografi itu ? berikut :
a) Food Photography
b) Landscape Photography
c) Potrait Photography
d) Fashion Photography
e) Street Photography
f) Wedding Photography
g) Comercial Advertising Photography
2. Tips Belajar Photography
Setelah anda mengetahui berbagai macam jenis dari photography,langkah selanjutnya yang perlu anda ketahui adalah tips agar hasil foto anda itu bagus, dan dapat menarik perhatian penikmat hasil karya foto anda. Apa saja tipsnya ? mari kita simak :
a) Pegang Kamera dengan Benar
Kenapa anda perlu memegang kamera dengan benar, karena saat memegang kamera itu tangan anda goyang-goyang, maka hasil gambarnya juga akan jelek. Bnyak juga orang saat sedang mengambil gambar, mereka agak menahan nafas mereka agar tidak ada gerakan yang mengganggu saat melakukan pemotretan.
b) Perhatikan Komposisi
Komposisi Merupakan fitur hadiah untuk kamera. Sayangnya, sangat banyak amatir yang tidak memperhatikan komposisi, sehingga hanya dapat mengambil hasil yang baik secara kebetulan saja.
Tetapi, begitu anda benar-benar memahami komposisi, anda akan mendapatkan bidikan foto yang memuaskan.
Cara untuk menggunakan komposisi sebenarnya sangat mudah. Yaitu dengan membagi layar kamera anda menjadi tiga menggunakan dua garis vertikal dan dua garis horizontal dan menempatkan elemen-elemen menarik di salah satu dari empat persimpangan.
c) Ganti Perspektif
Apabila anda mengambil gambar dengan perspektif itu-itu saja tentunya akan membuat penikmat anda menjadi bosan. Contohnya anda mengambil perspektif pemotretan dari atas. Apabila kebanyakan itu maka orang akan bosan, nah maka dari itu ambillah foto dari berbagai perspektif, dengan begitu orang-orang tidak akan bosan dengan gambar yang anda potret.
d) Kontrol Eksposur
Jika anda masih pemula, anda harus belajar mengenal salah satu kunci mendapatkan gambar yang maksimal, yaitu dengan eksposur.
Eksposur akan memberikan anda kontrol terhadap kamera anda dengan adanya aperture, shutter speed, dan ISO.
Nah, setelah anda mempelajari eksposur dan ketiga elemennya, anda dapat bereksperimen langsung dengan mode manual.
e) Pahami Aperture
Aperture ialah lubang di dalam lensa dimana cahaya masuk melewati lubang tersebut.
Hal ini sangat mirip dengan pupil mata, semakin lebar aperture, semakin banyak cahaya yang diizinkan masuk dan sebaliknya.
Ketika aperture melebar, f/angka semakin rendah dan lebih banyak cahaya yang diizinkan masuk ke kamera.
Hal ini bagus untuk cahaya rendah, namun untuk mengambil gambar landscape tidak dianjurkan karena kurang mengambil depth of field.
f) Kenali Fungsi Shutter Speed
Setelah anda memahami aperture, juga terdapat rana atau shutter. Biasanya, anda hanya membutuhkan sepersekian detik seperti 1/250 untuk mencegah adanya guncangan atau keburaman pada gambar.
Jika anda ingin mengambil gambar lampu kendaraan pada malam hari, anda dapat menggunakan shutter speed selambat-lambatnya 30 detik.
Jika anda ingin mengambil gambar yang terjadi dengan cepat, seperti pada mobil balap yang sedang bergerak kencang, anda dapat menggunakan 1/4000 detik.
g) Atur ISO
Setelah cahaya melewati aperture dan shutter speed, cahaya akan mencapai sensor, dimana anda dapat mengatur ISO.Ketika anda mengatur ISO dan meningkatkan angka ISO, anda sudah meningkatkan eksposur.
Nah apabila anda berada di tempat yang gelap, anda dapat meningkatkan ISO, begitu juga sebaliknya, agar hasil objeknya dapat terlihat jelas.Tapi, pada saat yang sama, kualitas gambar dapat menurun dengan adanya noise atau grain.
h) Gunakan Mode Metering
Ada tiga mode metering yang dapat anda gunakan, yaitu matrix metering, center-weighted metering, dan spot metering. Matrix metering ideal digunakan untuk pemula karena dapat digunakan secara instan terutama di outdoor.
Anda dapat menggunakan mode pengukuran ini untuk mengambil gambar yang menyala secara merata, dengan rentang dinamis rendah.
Kalau center-weighted metering, anda dapat menggunakan mode ini untuk headshots karena dapat menyesuaikan pencahayaan sesuai dengan kecerahan wajah, melainkan latar belakang.
Mode terakhir, spot metering sebaiknya digunakan untuk memberikan fokus terhadap subjek foto yang kecil.
i) Pilih Shooting Mode yang Paling Nyaman
Dengan adanya shooting mode, pengambilan gambar menjadi tidak lagi rumit untuk dilakukan. Anda tinggal memilih mode potret apa yang ingin anda gunakan dari full-auto, program, aperture priority, shutter speed priority sampai manual mode.
Untuk pemula yang masih belajar mengenai perspektif, komposisi, dan pencahayaan, anda dapat menggunakan auto mode.
Jika anda sudah merasa handal dalam fotografi, anda dapat menggunakan mode manual dimana anda dapat menentukan sendiri dari ISO, aperture, shutter speed, hingga metering.
j) Pelajari Dasar Post-process
Semua fotografi handal pasti selalu melakukan editing setelah mengambil banyak foto. Dengan menggunakan software editing, anda dapat memberikan sentuhan warna dan aksen pada foto anda. Anda dapat bermain warna melalui saturasi dan channel RGB agar mendapatkan hasil lebih tajam dan merona.
Jadi, itulah beberapa tips dan jenis-jenis dari fotofgrafi yang perlu anda ketahui untuk anda menjadi seorang fotografer. Apabila anda dapat melakukan hal diatas dan terus belajar maka anda akan menjadi fotografer yang handal. Yups yang mau jadi fotografer, sampai disini dulu ya !

Belum ada Komentar untuk " INGIN JADI FOTOGRAFER? YUK, BACA ARTIKEL INI DULU!"
Posting Komentar